Search This Blog

Loading...

Thursday, August 9, 2012

AIDS

Ketika AIDS pertama kali terdengar, banyak orang belum ngeh akan penyakit mematikan ini. Juga ketika virus ini menyerang bintang-bintang dunia seperti Rock Hudson dan Freddie Mercury, banyak orang mencibir dan beranggapan penyakit ini merupakan kutukan Tuhan atas dosa-dosa para korban. Tetapi, ketika AIDS menyebar melalui ASI ibu penderita kepada bayi-bayi tak berdosa, mata mulai terbuka. AIDS, bisa menimpa siapa saja.
 
Apa itu AIDS ? 
AIDS atau  merupakan sindrom (kumpulan gejala) menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat virus HIV. Serangan penyakit yang biasanya tidak berbahaya pun dapat menyebabkan efek yang parah. Jadi, pasien bisa meninggal oleh penyakit biasa, misalnya influensa. Masalahnya, kekebalan tubuh untuk melawan penyakit itu yang tidak ada.
 
Apa penyebabnya ?
Pemakai narkoba HIV dapat menular melalui hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi HIV tanpa memakai kondom, anal sex (lewat dubur), melalui alat-alat tajam yang telah tercemar HIV (jarum suntik, pisau cukur, tatto, jarum tato, dll), melalui ibu hamil penderita kepada janin atau bayi yang disusuinya, atau secara langsung (transfusi darah, produk darah atau transplantasi organ tubuh yang tercemar HIV).
 
Gejala klinis
Ada beberapa tahap yang akan dialami seseorang, bila ia terinfeksi HIV-AIDS.
 
Gejala tahap awal
Flu biasa yang akan sembuh beberapa hari kemudian. Pada tahap ini, tes darah masih belum dapat menunjukkan adanya HIV (negatif). 
 
Gejala tahap lanjutan
Setelah melewati masa inkubasi (2-10 tahun), seseorang yang terinfeksi HIV akan mengalami:
- Demam berkepanjangan
- Selera makan menurun
- Diare terus menerus, tanpa sebab yang jelas
- Pembengkakan kelenjar prostat dan getah bening
- Bercak-bercak merah di kulit
- Berat badan turun drastis 
Gejala tahap akhir
Sistem kekebalan tubuh menurun, pengidap HIV berkembang menjadi penderita AIDS. Hal ini diketahui dari tes darah penderita. 
Gejala AIDS yang muncul, berupa:
Radang paru, radang saluran pencernaan, kanker kulit, radang karena jamur di mulut dan kerongkongan, gangguan susunan syaraf, TBC, dll. 
 
Pengobatan
Sungguh sayang belum ditemukan obat yang benar-benar dapat menyembuhkan AIDS. Obat-obatan berikut berfungsi untuk menghambat tingkat keparahan. Beberapa obat-obatan yang biasa digunakan pada anak-anak adalah zidovudine (AZT), didanosine (ddI), stavudine (d4T), lamivudine (3TC), dan zalcitabine (ddC). Beberapa jenis lainnya yang diujicobakan antara lain saquinavir, ritonavir, indinavir, nevirapine, dan delavirdine 
 
Dengan obat-obat yang ada sekarang 75% anak yang terinfeksi HIV sejak lahir bisa hidup selama 5 tahun dan 50% bertahan hidup selama 8 tahun. Rata-rata usia meninggalnya anak-anak terinfeksi HIV ini masih 10 tahun, tapi semakin banyak anak yang bertahan sampai masa remaja. Pemberian imunoglobulin intravena kadang-kadang dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Imunisasi rutin pada bayi dan anak diberikan pada hampir semua anak terinfeksi HIV, dengan atau tanpa gejala. Secara umum vaksin yang berisi bakteri dan virus hidup tidak diberikan. Imunisasi MMR tetap diberikan dengan pertimbangan campak pada anak terinfeksi HIV biasanya sangat parah bahkan fatal. Belum dilaporkan terjadinya efek berbahaya atas imunisasi ini. Pada kondisi kesehatan yang buruk penderita memerlukan pengawasan medis yang ketat, tapi sebaiknya tetap di lingkungan rumah selama masih memungkinkan. 
 
Bila seseorang telah dinyatakan positif terkena HIV maka sebaiknya ia mendapat pengobatan di RS umum pusat yang ada di ibukota negara atau di setiap ibukota propinsi karena disana telah ada tim dokter khusus untuk penanggulangan aids. Adapun bagi yang ingin mendapatkan pengobatan secara spiritual dapat mendatangi :
Yayasan Barzakh
Jalan Bangka Raya no.18Jakarta INDONESIA 12720
Phone: (62-21) 71790355Fax: (62-21) 71790152
Website: www.barzakh.net
Di indonesia saat ini ada banyak lembaga swadaya masyarakat yang peduli akan HIV/AIDS yang semuanya dapat dicari melalui www.lsm.co.id atau www.ngo.co.id. 
 
Pencegahan
Yang Dapat anda lakukan:
- Periksa darah anda dan minta bantuan dokter untuk pengobatan anti virus. 
- Usahakan hidup sesehat mungkin, makan bergizi dan sangat hindari paparan infeksi penyakit apapun karena anda tidak lagi memiliki kekebalan tubuh. 
- Tidak melakukan hubungan badan, menghindari kehamilan, atau gunakan kondom. 
- Tidak melakukan donor darah atau organ tubuh lainnya. 
- Mengikuti kelompok/organisasi AIDS, untuk meringankan beban mental atau berbagi pengalaman. 
Tindakan dokter untuk anda:
- Memeriksa darah untuk antibodi HIV. 
- Mengobati gejala-gejala infeksi bila ada. 
- Memberi resep obat anti virus untuk memperlambat laju infeksi. 
Pencegahan:
- Hubungan badan hanya dengan pasangan hidup anda yang selalu setia atau menjalani abstinensi (puasa berhubungan seks). 
- Jangan melakukan hubungan badan dengan pelacur, dan berganti-ganti pasangan. 
- Gunakan kondom dari latex setiap berhubungan badan (kondom menurunkan resiko infeksi, tetapi tidak dapat mencegah secara total). Kondom yang terbuat dari selaput (membran) binatang terlalu tipis untuk dapat melindungi. 
- Hindari penyalahgunaan obat dan penggunaan jarum suntik bersama-sama. 
- Safety prosedur dalam hal pemakaian jarum suntik, donor darah, atau alat lain yang bisa menyebabkan luka. Misalnya pada waktu akan disuntik, mintalah jarum suntik baru. Atau saat ke salon/dokter gigi, pastikan bahwa alat yang digunakan telah disterilkan terlebih dahulu 
- Bila perlu operasi sebaiknya mintalah tranfusi darah autologous (donor darah untuk nantinya dipakai sendiri)
- Tidak memberikan ASI kepada bayi bila ibu menderita AIDS 
Sebagai catatan, Infeksi HIV/AIDS tidak dapat ditularkan lewat:
- Kontak sosial biasa (berjabat tangan, berpelukan, berciuman). 
- Makanan/alat-alat makan. 
- Toilet/kolam renang. 
- Gigitan nyamuk atau serangga lain. 
- Donor darah yang bebas virus HIV/AIDS. 
Daftar Pustaka 
Kapita selekta kedokteran edisi III, media aesculapius, jakarta, 2000 
www.promosikes.go.id 
www.aids.com

0 comments:

Post a Comment