Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 14 Oktober 2012

Ilmu perpustakaan - Klasifikasi Desimal Dewey (DDC)

Klasifikasi Desimal Dewey (Dewey Decimal Classification (DDC), juga disebut Sistem Desimal Dewey) adalah sebuah sistem klasifikasi perpustakaan yang diciptakan oleh Melvil Dewey (18511931) pada tahun 1876, dan sejak saat itu telah banyak dimodifikasi dan dikembangkan dalam duapuluh dua kali revisi yang telah terjadi hingga tahun 2004.
Klasifikasi Dewey muncul pada sisi buku-buku koleksi perpustakaan. Klasifikasi dilakukan berdasarkan subjek, kecuali untuk karya umum dan fiksi. Kodenya ditulis atau dicetakkan ke sebuah stiker yang dilekatkan ke sisi buku atau koleksi perpustakaan tersebut. Bentuk kodenya harus lebih dari tiga digit; setelah digit ketiga akan ada sebuah tanda titik sebelum diteruskan angka berikutnya.
Contoh kode:
  • 330.94 = ekonomi Eropa, di mana 330 adalah kode untuk ekonomi dan 94 untuk Eropa
Ada sepuluh kelas utama dalam klasifikasi Dewey. Sepuluh kelas tersebut dibagi lagi kepada 10 bagian; yang lalu bisa dibagi lagi kepada 10 bagian.
Sepuluh kelas utama tersebut adalah:
Banyak istilah -   istilah dalam dunia perpustakaan  yang  kurang familier dengan   masyarakat    walaupun  kita sering mengunjungi perpustakaan atau bahkan berkecimpung dalam perpustakaan.   DDC, UDC, LC, Bibliografi, refrens, ensiklopedia, Handbook dan masih banyak istilah lainnya yang memang perlu di perkenalkan pada masyarakat   umum dan pengguna perpustakaan secara khusus. Hal tersebut sebagai upaya menunjukkan pada masyarakat bahwa dalam dunia perpustakaan ada ilmu tersendiri,  tidak alakadarnya atau serampangan dalam penataan buku maupun penentuan subyek sebuah literatur. Sistem pengelompokan atau pengklasifikasian  buku menurut subyek – subyek   di tentukan oleh kaidah – kaidah atau sistem yang ada seperti DDC, UDC, LC. Sebagai langkah awal pengenalan istilah perpustakaan yang pertama adalah DDC.
DDC atau Klasifikasi Desimal Dewey (Dewey Decimal Classification (DDC) yang juga disebut Sistem Desimal Dewey) adalah sebuah sistem klasifikasi perpustakaan yang diciptakan oleh Melvil Dewey (18511931) pada tahun 1876.   Sistem Klasifikasi Persepuluhan Dewey (Dewey Decimal Classification / DDC) merupakan suatu aturan pengklasifikasian buku yang lazim dipergunakan secara umum di perpustakaan, baik di perpustakaan lokal maupun internasional. Pemakaian system klasifikasi ini bertujuan untuk memudahkan pencarian buku dan pengorganisasian buku-buku tersebut dalam kelompoknya. Banyak buku diseleksi, diidentifikasi dan didaftar dengan sistem Persepuluhan Dewey. Dalam system klasifikasi Dewey , Klas dibagi dalam sepuluh Devisi, sedangkan masing-masing devisi dibagi-bagi lagi ke dalam sepuluh Seksi yang berbeda, demikian seterusnya. Oleh sebab itu, system ini disebut Sistem Persepuluhan Dewey (DDC).
Dewey  merintis sistem klasifikasi ini ketika ia masih menjadi mahasiswa dan bekerja sebagai pustakawan di Amherst Colloge, Massachusetts di sebuah negara bagian Amerika Serikat. Pada tahun 1876, Dewey dapat menerbitkan edisi pertama dengan judul "Classification and Subject Index for Cataloguing and Arrangging the books and Pamphlets of Library" Edisi pertama dengan 42 halaman dan terdiri dari 12 halaman bagan, dan 18 halaman indeks. Pada edisi-edisi selanjutnya, DDC terus mengalami penyempurnaan dengan memasukkan subjek-subjek yang belum tercakup selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat ini, DDC telah diterbitkan dalam bentuk terjemahan dalam berbagi bahasa, termasuk dalam bahasa Indonesia dan sangat dikenal didunia perpustakaan. Memang banyak sistem klasifikasi yang dibuat tetapi tidak ada yang mampu bertahan selama DDC. DDC telah mampu bertahan kurang lebih satu abad sejak diterbitkan edisi pertamanya hingga sekarang. DDC terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan sehingga dewasa ini telah terbit edisi ke 21, 1996. Di samping edisi lengkap DDC juga tersedia dalam bentuk edisi ringkas. Edisi ringkas dimaksudkan untuk dipergunakan pada perpustakaan yang memiliki koleksi kurang dari 20.000 judul.

Keunggulan DDC,diantaranya : sistematik, universal, fleksibel, lengkap dan siap pakai, selain itu terdapat badan yang mengawasi perkembangan dan terus mengadakan peninjauan ulang untuk penyempurnaan edisi-edisi selanjutnya. Akan tetapi DDC pun memiliki kelemahan : yang terletak pada kesan terlalu American centris dan kurang memberi perhatian pada bidang-bidang di luar Amerika dn Eropa Barat, seperti bidang agama, manajemen, pemerintahan, dan bahasa-bahasa.   sejak saat itu telah banyak dimodifikasi dan dikembangkan dalam duapuluh dua kali revisi yang telah terjadi hingga tahun 2004. Kelestarian DDC tetap terus terjaga karena adanya sebuah lembaga yang mengawasinya, yaitu The Lake Placed Education Foundation and The Library of Conggress di Amerika Serikat. Kemutakhirannya dilakukan dengan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Minimal setiap sepuluh tahun DDC keluar dengan edisi revisi terbarunya. Untuk komunikasi dengan pengguna tersedia warta (newsletter) dengan judul DD& (Decimal Classification Added, Notes and Decisions). Untuk menampung keluhan terhadap DDC yang pro Amerika, pro Protestan, pro Sastra Amerika dan sebagainya, DDC menyediakan opsi (pilihan) yang dapat dipertimbangkan oleh pengguna DDC. Di Indonesia misalnya klas 2X0 (Islam), 410 (Bahasa Indonesia) dan 810 (Sastra Indonesia) adalah contoh memanfaatkan opsi yang diberikan DDC.
Klasifikasi Dewey muncul pada sisi buku-buku koleksi perpustakaan. Klasifikasi dilakukan berdasarkan subjek, kecuali untuk karya umum dan fiksi. Kodenya ditulis atau dicetakkan ke sebuah stiker yang dilekatkan ke sisi buku atau koleksi perpustakaan tersebut. Bentuk kodenya harus lebih dari tiga digit, setelah digit ketiga akan ada sebuah tanda titik sebelum diteruskan angka berikutnya.
Contoh kode:
330.94 = ekonomi Eropa, di mana 330 adalah kode untuk ekonomi dan 94 untuk Eropa
Ada sepuluh kelas utama dalam klasifikasi Dewey. Sepuluh kelas tersebut dibagi lagi kepada 10 bagian; yang lalu bisa dibagi lagi kepada 10 bagian.
Sepuluh kelas utama tersebut seperti tertera di atas.
 
DDC direncanakan bukan hanya untuk penyusunan dan pengindeksan buku – buku dalam rak akan tetapi juga untuk kartu katalog. Melvil Dewey menguraikan sistem desimal yang di buatnya berupa subject classification and relative index dengan tujuan untuk memecahkan kesulitan dalam mengklasifikasikan katalog.    Penggunaan DDC untuk pengklasifikasian   ini juga  memudahkan bagi petugas perpustakaan yang memang bukan dari kalangan pustakawan  dalam menata buku menurut subyek yang telah di tentukan para pustakawan, selain itu juga akan mempermudah pengguna perpustakaan dalam mencari literatur yang di butuhkan. Saat ini DDC dipergunakan oleh lebih dari 135 negara di dunia dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 30 bahasa. (sumber :  manusiautis.blogspot, id.wikipedia.org, dan berbagai sumber )

0 komentar:

Poskan Komentar