Search This Blog

Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Wednesday, September 26, 2012

sejarah Malin Kundang

|0 comments

 
Pada jaman dahulu, hiduplah sebuah keluarga kecil di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka pada saat itu sangat kekurangan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang.
Besar harapan malin dan ibunya, keduanya berpikir bahwa suatu hari nanti sang ayah akan pulang dengan membawa uang banyak yang nantinya dapat untuk membeli dan mencukupi keperluan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan lamanya ternyata ayah malin tidak kunjung datang, dan akhirnya pupuslah harapan Malin Kundang dan ibunya. Sungguh kasihan nasib Malin dan ibunya.
Setelah Malin Kundang menginjak dewasa, ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan bahwa ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Dan akhirnya si Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses.
Selama berada di atas kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah mempunyai banyak pengalaman. Malin belajar dengan giat dan tekun tentang perkapalan pada teman-temannya yang lebih berpengalaman, dan akhirnya dia sangat mahir dalam hal perkapalan dan pelayaran.
Sudah banyak pulau yang dikunjunginya, sampai pada suatu hari di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang diserang oleh bajak laut yang sangat kejam. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruangan kecil yang tertutup oleh kayu.
Akhirnya Malin Kundang hidup terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang masih ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Malin memulai hidup barunya di desa itu. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang sangat kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Setelah beberapa lama setelah menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang tampan dan cantik sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya yang sudah lama ia tunggu yaitu Malin Kundang beserta istrinya.
Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat dengan rang tampan tersebut, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. “Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?”, kata sang ibu sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi si Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. “Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku”, kata Malin Kundang pada ibunya dengan sombong. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju yang compang-camping. “Wanita itu ibumu?”, tanya istri Malin Kundang. “Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku”, sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan yang sangat menyakitkan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anak yang sangat disayanginya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata “Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”. Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.
Nah …. semoga kita tidak meniru sikap Malin Kundang yang durhaka kepada orang tuanya, terutama kepada ibu yang telah melahirkan kita.

Sumber : http://sdnkajeksan.tulangan.com/sejarah-malin-kundang.html

ANGLING DHARMA DAN BOJONEGORO

|0 comments

Angling Dharma, Demitologisasi Kebauran Legenda Raja Malawapati

Menginjak tahun 2000-an sebuah stasiun televisi swasta menayangkan serial kolosal berjudul “Angling Dharma”. Serial mingguan tersebut berkisah tentang dinamika Kerajaan Malawapati yang dipimpin seorang raja bernama Prabu Angling Dharma. Pusat pemerintahan Malawapati sendiri konon berada di daerah bernama Bojanegara (sekarang Kabupaten Bojonegoro). Serial legenda tersebut akhirnya “diberedel” pada 6 Februari 2002 gara-gara isinya menyinggung pemeluk agama Hindu. Mereka menilai film tersebut melecehkan mereka dan tidak sesuai dengan keyakinan dan ajarannya.
Terlepas dari film serial mingguannya, kisah Angling Dharma sudah menjadi hal yang sangat dekat dengan warga Bojonegoro. Entah sejak kapan, yang jelas pendapa Kabupaten Bojonegoro sendiri dinamai sesuai nama kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Angling Dharma, Pendapa Malawapati. Persibo, klub sepakbola Kabupaten Bojonegoro, juga mendapat julukan Laskar Angling Dharma. Terakhir dan paling hangat, pemerintah daerah setempat berencana membangun sebuah museum sekaligus monumen di sebuah desa bernama Desa Wotangare, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, yang dipercaya dahulu menjadi daerah pusat pemerintahan Kerajaan Malowopati.
Pembangunan museum Angling Dharma tersebut juga memantik perdebatan sebab, beberapa daerah lain juga mengaku bahwa daerahnya menjadi lokasi “sebenarnya” dari Kerajaan Malowopati. Di antaranya, menurut sebagian teman yang berasal dari daerah itu, masyarakat Pati dan Temanggung juga mengaku bahwa daerah mereka merupakan daerah asli Angling Dharma. Selain itu, Kabupaten Sumedang juga merasa memiliki Angling Dharma dan seolah mereka memiliki nilai lebih karena disana ada sebuah makam yang dipercaya warga merupakan makam Sang Prabu.
Bojonegoro sendiri bukan tanpa alasan menyebut Malawapati berada di wilayah administratifnya. Dua situs utama diyakini ada hubungannya dengan mitos Angling Dharma yakni Petilasan Angling Dharma di Wotangare yang akan dibangun musem, serta Kahyangan Api, sumber api abadi yang diyakini merupakan tempat empu Malowopati menempa keris dan menggembleng pasukan kerajaan. Di kedua situs ditemukan banyak benda purbakala yang menurut balai sejarah merupakan sisa benda zaman Majapahit. Malawapati sendiri dipercaya merupakan pecahan dari Kerajaan Majapahit.
Perdebatan letak geografis asal-muasal Malowopati meski sulit, mungkin akan terselesaikan lewat kajian Sejarah atau Antropologis. Namun, bukan tujuan tersebut yang hendak diusut. Dalam studi poskolonial ini, penulis mengajak kawan-kawan untuk mengeja Indigenious Local Identity yang melekat di masyarakat Bojonegoro. Dengan demikian penulis mencoba menyingkirkan dahulu perdebatan tentang ketepatan lokasi historis (jika memang ada) kisah Angling Dharma berasal.
Pelacakan kebenaran peristiwa (atau mitos) Angling Dharma sendiri sebenarnya layak untuk didiskusikan. Perkamen sejarah tertulis yang ada tentang Sang Prabu, hanya ada di Serat Angling Dharma dari Serat Babad Tanah Jawi yang entah versi siapa pun belum jelas (adapun penulis mendapatkannya dari internet, jadi sementara boleh diasumsikan sebagai Babad Tanah Jawi versi Google). Kejanggalan yang timbul dibenak penulis adalah kelindan antara kisah Angling Dharma dengan kisah Mahabarata.
Sebagian masyarakat meyakini bahwa kisah Mahabarata benar-benar terjadi di tanah Jawa. Prabu Angling Dharma juga dikisahkan merupakan keturunan le tujuh dari si tampan Arjuna. Juga merupakan cucu dari Jayabaya. Kalau naskah sejarah paling dipercaya tentang Jawa masa lampau (Babad Tanah Jawi), nama Jayabaya dapat ditemukan dan “ada”, maka yang agak aneh adalah kepercayaan bahwa Angling Dharma juga merupakan keturunan Arjuna yang hanya ada di dunia pewayangan dapat “lahir” ke dunia nyata.
Kepercayaan mendalam sekumpulan masyarakat dapat disebut sebagai ekspresi identitas yang melekat dalam masyarakat tersebut. Kepercayaan masyarakat Bojonegoro yang lekat dengan Bojanegara (tempo Malawapati) inilah yang menjadi pijakan awal penulis untuk mengkaji mitos Angling Dharma di Bojonegoro. Pada tahap inilah mungkin dilakukan usaha demotologisasi. Demitologisasi di sini penulis artikan sebagai sebuah upaya untuk melakukan pengejaan kembali sebuah mitos dan menemukan nilai-nilai historis.
Identitas Angling Dharma dan Malowopati sendiri kini terlanjur menempel erat dengan sejarah Bojonegoro sendiri. Namun, sekali lagi, perdebatan sejarah hanya akan membuat diskursus ini tumpul saat teks baik berupa prasasti ataupun perkamen sejarah lain terkait Angling Dharma dapat ditemukan. Kesepakatan kolektif masyarakat sendiri sampai mengkultuskan Angling Dharma sebagai sosok idaman orang tua saat “menetek” anak-cucunya. Selain tampan, beliau juga bijak dalam mengambil segala keputusan. Hal tersebut tergambar jelas di kisah dalam serial televisi Angling Dharma. Dikisahkan juga bahwa Raja pertama Malowopati tersebut juga dapat mengenal dan menguasai bahasa hewan laiknya Nabi Sulaiman AS.
Lantaran banyaknya identifikasi yang “diambil” masyarakat dari karakter Angling Dharma dari serial televisinya, penulis juga sempat curiga bahwa pengetahuan awam tentang Angling Dharma telah bersetubuh dengan industri perfilman. Bahkan serial film Angling Dharma telah memengaruhi konstruksi dan proyeksi masyarakat Bojonegoro atas identitas Prabu Angling Dharma jauh-jauh hari sebelum museum Angling Dharma diresmikan, dibangun, atau bisa jadi saat baru direncanakan.


SUMBER:  http://komunitaskembangmerak.wordpress.com/2011/05/06/angling-dharma-demitologisasi-kebauran-legenda-raja-malawapati/

Kisah Kian Santang

|0 comments

Kian santang adalah Tokoh tasawuf dari tanah pasundan yang ceritanya melogenda khususnya di hati masarakat pasundan dan kaum tasawuf ditanah air pada umumnya. Tokoh kian-santang ini pertama kali berhembus dan dikisahkan oleh raden CAKRABUANA atau pangeran walangsungsang ketika menyebarkan islam di tanah cirbon dan pasundan.pangeran cakrabuana adalah anak dari prabu sili-wangi atau jaya dewata raja pajajaran, yang dilahirkan dari permisuri ketiga yang bernama nyi subang larang, subang-larang sendiri murid dari mubaliq kondang yaitu syeh maulana-hasanudin atau terkenal dengan syeh kuro krawang. Mulanya yaitu ,Ketika raden walangsungsang memilih untuk pergi meninggalkan galuh pakuan atau pajajaran ,yang di sbeapkan oleh keberbedaan haluan dengan keyakinan ayahnya yang memeluk agama “shangyang”, pada waktu itu. diriwayatkan beliau berkelana mensyi’arkan islam bersama adiknya yaitu rara santang (ibu dari syarif hidayatullah atau “sunan gunung jati”)dengan membuka perkampungan di pesisir utara yang menjadi cikal-bakal kerajaan caruban atau kasunanan cirebon yang sekarang adalah “kota madya cirebon” Logenda kian-santang sendiri diambil dari sebuah kisah nyata, dari tanah pasundan tempo dulu yang ceritanya pada waktu itu tersimpan rapi berbentuk buku di perpustakaan kerajaan pajajaran. Karena pajajaran adalah hasil penyatuan dua kerajaan antara galuh dan kerajaan sunda pura yang dimana kerajaan galuh dan sundapura adalah dua kerajaan pecahan dari taruma negara, yang di masa prabu PURNA-WARMAN yaitu raja ketiga dari kerajaan taruma negara yang di pecah menjadi dua yaitu tarumanegara yang berganti sundapura dan ibukota lama menjadi galuh pakuan. Dan jaya dewata menyatukan kembali dua pecahan kerajaan taruma negara menjadi pajajaran. Di mana di kisahkan pada waktu itu yaitu abad ke 4m atau tahun 450m pernah terdapat putra mahkota yang sakti mandraguna bernama GAGAK LUMAYUNG yang dalam ceritanya “di tataran suda dan sekitarnya ,tak ada yang mampu mengalahkan ilmu kesaktiannya. hingga suatu saat datang pasukan dari dinasti TANG yang hendak menaklukkan kerajaan tarumanegara. namun berkat gagak lumayung ,pasukan TANG dapat di halau dan tunggang-langgang meninggalkan taruma negara. semenjak itu raden gagak lumayung di beri sebutan ”KI AN SAN TANG” atau ”penakluk pasukan tang” Di ceritakan sang kiansantang ini karena saking saktinya hingga dia rindu kepingin melihat darahnya sendiri Hingga sampailah di suatu ketika sa’at dia mendapat wangsit di tapabratanya bahwah di tanah arab terdapat orang sakti mandraguna Konon: dengan ajian napak sancangnya raden kian santang mampu mengarungi lautan dengan berkuda saja. “Di mana dalam ceritanya ketika sampai di pesisir beliau bertemu seorang kakek ,dan padanya dia minta untuk di tunjukan di mana orang sakti yang kian santang maksud tersebut”. Dan dengan senang hati si-kakek tersebut menyanggupinya dan sementara dia mengajak beliau “kiansantang” untuk mampir dulu ke rumahnya. Al-kisah setelah sampai di rumahnya tongkat dari sang kakek tersebut tertinggal di pesisir dan minta kian santang untuk mengambilkanya ,konon dikisahkan si-kian santang tak mampu mencabutnya sampai tanganya berdarah-darah ,disitulah kian santang baru sadar kalau kakek itu adalah orang yang di carinya. Dan akhirnya dengan membaca kalimah syahadat yang di ajarkan sang kakek tadi “yang akhirnya menjadi guru spiritualnya” tongkat tersebut dapat di cabut .dan siapakah kakek tersebut? ya dia adalah taklain dan tak bukan syaidina ali r.a menantu dari baginda nabi muhamad s.a.w. Cerita tersebut membumi sekali sampai saat sekarang. Dan yang aneh, kebanyakan orang menduga kalau kian santang itu adalah raden walang sungsang. Padahal banyak sekali cerita yang sepadan dengan kisah raden walang sungsang tersebut. Yang sesungguhnya dialah yang mengisahkan justru dialah yang di kira pelaku (raden walang sungsang atau pangeran cakrabuana) sebagai tokoh yang diceritakan itu. Tujuannya adalah hanya sebagai media dakwah dan penyebaran islam di bumi cirbon dan sekitarnya. Sehingga sampai sekarang banyak kalangan yang menyangka raden walangsungsang adalah kian santang bahkan ada yang menafikan kian santang adalah adik cakrabuana dan kakak dari rara santang. Raden walangsungsang mengambil cerita ini dari perpustakaan kerajaan pajajaran dengan pertimbangan karena kisah itu mirip dengan kisahnya, Yang di mana kian santang setelah pulang dari arab dia ingin meng-islamkan ayahnya prabu purnawarman namun di tolaknya dan kian santang memilih meninggalkan istana dan tahtanya di berikan adiknya yaitu darmayawarman Begitu pula raden walang sungsang yang pernah merantau ke arab dan meningkahkan adiknya rara santang yang di ambil istri oleh putra kerajaan mesir waktu itu dan pernikahan berlangsum di mesir yang dari perkawinan inilah nanti akan lahirlah raden syarif hidayatullah atau sunan gunung jati. Keinginan Walangsungsang untuk meng-islamkan prabu siliwangi ditolak mentah-mentah dan ayahnya tidak ingin bertarung dengan anaknya maka dia memilih mensucikan diri atau bertapa, konon beliau menjelma macan putih. Pengambilan kisah penokohan dalam sebuah ceritra seperti ini sebenarnya pernah pula terjadi pada era sebelum raden walang sungsang yang tepatnya dilakukan oleh raja jaya-baya (raja islam pertama di tanah jawa) dari kerajaan panjalu atau kediri, di mana suaktu masih di pegang raja airlangga kerajaan tersebut bernama kerajaan KAHURIPAN dan karena kedua anaknya semua meminta tahta maka kahuripan di bagi dua yaitu panjalu dan jenggala. Sepanjang perkembangan dua kerajaan tersebut selalu bermusuhan dan pada masa kerajaan panjalu dirajai oleh jaya baya, panjalu mampu menaklukkan jenggala dan di satukan lagi antara jenggala dan panjalu. Pada waktu panjalu menaklukkan jenggala rajanya jaya-baya meminta empu sedha dan empu panuluh untuk mengutip naskah dari india yang judulnya maha barata. namun di ferifikasi dengan gaya jawa. Sebagai perlambang atas kemenangan perang saudara panjalu atas jenggala. Yang akhirnya kitab tersebut di beri judul barata-yuda. Dan dalam kisah klasik jawa ini banyak kalangan masarakat yang mengira bahwa jaya baya adalah kelanjutan dari trah barata yaitu cicit dari parikesit putra abimanyu. Juga kisah lainnya yang serupa pernah pula hadir kemasarakat yang tujuannya waktu itu sebagai media dakwah untuk melindungi rongrongan ajaran syariat terhadap kaum sufi.maka ketika bergerak menyebarkan islam WALI SONGO menurt banyak kalangan membuat cerita al-halaq fersi indonesia yaitu syeh siti jenar. Yang menurut doktor simon dari ugm berdasarkan temuannya karya-karya besar berupa naskah suluk dari sunan kali jaga dan lain sebagainya. Dapat di pastikan tokoh siti jenar adalah imajener hanya untuk media dakwah dan melindungi islam agar tetap pada ajaran ahlusunah wa jamaah. Dan sampai saat ini pendapat itu masih simpang siur dan menjadi perdebatan dan polemik panjang oleh para ahli sejarah di tanah air.Kian santang adalah Tokoh tasawuf dari tanah pasundan yang ceritanya melogenda khususnya di hati masarakat pasundan dan kaum tasawuf ditanah air pada umumnya. Tokoh kian-santang ini pertama kali berhembus dan dikisahkan oleh raden CAKRABUANA atau pangeran walangsungsang ketika menyebarkan islam di tanah cirbon dan pasundan.pangeran cakrabuana adalah anak dari prabu sili-wangi atau jaya dewata raja pajajaran, yang dilahirkan dari permisuri ketiga yang bernama nyi subang larang, subang-larang sendiri murid dari mubaliq kondang yaitu syeh maulana-hasanudin atau terkenal dengan syeh kuro krawang. Mulanya yaitu ,Ketika raden walangsungsang memilih untuk pergi meninggalkan galuh pakuan atau pajajaran ,yang di sbeapkan oleh keberbedaan haluan dengan keyakinan ayahnya yang memeluk agama “shangyang”, pada waktu itu. diriwayatkan beliau berkelana mensyi’arkan islam bersama adiknya yaitu rara santang (ibu dari syarif hidayatullah atau “sunan gunung jati”)dengan membuka perkampungan di pesisir utara yang menjadi cikal-bakal kerajaan caruban atau kasunanan cirebon yang sekarang adalah “kota madya cirebon” Logenda kian-santang sendiri diambil dari sebuah kisah nyata, dari tanah pasundan tempo dulu yang ceritanya pada waktu itu tersimpan rapi berbentuk buku di perpustakaan kerajaan pajajaran. Karena pajajaran adalah hasil penyatuan dua kerajaan antara galuh dan kerajaan sunda pura yang dimana kerajaan galuh dan sundapura adalah dua kerajaan pecahan dari taruma negara, yang di masa prabu PURNA-WARMAN yaitu raja ketiga dari kerajaan taruma negara yang di pecah menjadi dua yaitu tarumanegara yang berganti sundapura dan ibukota lama menjadi galuh pakuan. Dan jaya dewata menyatukan kembali dua pecahan kerajaan taruma negara menjadi pajajaran. Di mana di kisahkan pada waktu itu yaitu abad ke 4m atau tahun 450m pernah terdapat putra mahkota yang sakti mandraguna bernama GAGAK LUMAYUNG yang dalam ceritanya “di tataran suda dan sekitarnya ,tak ada yang mampu mengalahkan ilmu kesaktiannya. hingga suatu saat datang pasukan dari dinasti TANG yang hendak menaklukkan kerajaan tarumanegara. namun berkat gagak lumayung ,pasukan TANG dapat di halau dan tunggang-langgang meninggalkan taruma negara. semenjak itu raden gagak lumayung di beri sebutan ”KI AN SAN TANG” atau ”penakluk pasukan tang” Di ceritakan sang kiansantang ini karena saking saktinya hingga dia rindu kepingin melihat darahnya sendiri Hingga sampailah di suatu ketika sa’at dia mendapat wangsit di tapabratanya bahwah di tanah arab terdapat orang sakti mandraguna Konon: dengan ajian napak sancangnya raden kian santang mampu mengarungi lautan dengan berkuda saja. “Di mana dalam ceritanya ketika sampai di pesisir beliau bertemu seorang kakek ,dan padanya dia minta untuk di tunjukan di mana orang sakti yang kian santang maksud tersebut”. Dan dengan senang hati si-kakek tersebut menyanggupinya dan sementara dia mengajak beliau “kiansantang” untuk mampir dulu ke rumahnya. Al-kisah setelah sampai di rumahnya tongkat dari sang kakek tersebut tertinggal di pesisir dan minta kian santang untuk mengambilkanya ,konon dikisahkan si-kian santang tak mampu mencabutnya sampai tanganya berdarah-darah ,disitulah kian santang baru sadar kalau kakek itu adalah orang yang di carinya. Dan akhirnya dengan membaca kalimah syahadat yang di ajarkan sang kakek tadi “yang akhirnya menjadi guru spiritualnya” tongkat tersebut dapat di cabut .dan siapakah kakek tersebut? ya dia adalah taklain dan tak bukan syaidina ali r.a menantu dari baginda nabi muhamad s.a.w. Cerita tersebut membumi sekali sampai saat sekarang. Dan yang aneh, kebanyakan orang menduga kalau kian santang itu adalah raden walang sungsang. Padahal banyak sekali cerita yang sepadan dengan kisah raden walang sungsang tersebut. Yang sesungguhnya dialah yang mengisahkan justru dialah yang di kira pelaku (raden walang sungsang atau pangeran cakrabuana) sebagai tokoh yang diceritakan itu. Tujuannya adalah hanya sebagai media dakwah dan penyebaran islam di bumi cirbon dan sekitarnya. Sehingga sampai sekarang banyak kalangan yang menyangka raden walangsungsang adalah kian santang bahkan ada yang menafikan kian santang adalah adik cakrabuana dan kakak dari rara santang. Raden walangsungsang mengambil cerita ini dari perpustakaan kerajaan pajajaran dengan pertimbangan karena kisah itu mirip dengan kisahnya, Yang di mana kian santang setelah pulang dari arab dia ingin meng-islamkan ayahnya prabu purnawarman namun di tolaknya dan kian santang memilih meninggalkan istana dan tahtanya di berikan adiknya yaitu darmayawarman Begitu pula raden walang sungsang yang pernah merantau ke arab dan meningkahkan adiknya rara santang yang di ambil istri oleh putra kerajaan mesir waktu itu dan pernikahan berlangsum di mesir yang dari perkawinan inilah nanti akan lahirlah raden syarif hidayatullah atau sunan gunung jati. Keinginan Walangsungsang untuk meng-islamkan prabu siliwangi ditolak mentah-mentah dan ayahnya tidak ingin bertarung dengan anaknya maka dia memilih mensucikan diri atau bertapa, konon beliau menjelma macan putih. Pengambilan kisah penokohan dalam sebuah ceritra seperti ini sebenarnya pernah pula terjadi pada era sebelum raden walang sungsang yang tepatnya dilakukan oleh raja jaya-baya (raja islam pertama di tanah jawa) dari kerajaan panjalu atau kediri, di mana suaktu masih di pegang raja airlangga kerajaan tersebut bernama kerajaan KAHURIPAN dan karena kedua anaknya semua meminta tahta maka kahuripan di bagi dua yaitu panjalu dan jenggala. Sepanjang perkembangan dua kerajaan tersebut selalu bermusuhan dan pada masa kerajaan panjalu dirajai oleh jaya baya, panjalu mampu menaklukkan jenggala dan di satukan lagi antara jenggala dan panjalu. Pada waktu panjalu menaklukkan jenggala rajanya jaya-baya meminta empu sedha dan empu panuluh untuk mengutip naskah dari india yang judulnya maha barata. namun di ferifikasi dengan gaya jawa. Sebagai perlambang atas kemenangan perang saudara panjalu atas jenggala. Yang akhirnya kitab tersebut di beri judul barata-yuda. Dan dalam kisah klasik jawa ini banyak kalangan masarakat yang mengira bahwa jaya baya adalah kelanjutan dari trah barata yaitu cicit dari parikesit putra abimanyu. Juga kisah lainnya yang serupa pernah pula hadir kemasarakat yang tujuannya waktu itu sebagai media dakwah untuk melindungi rongrongan ajaran syariat terhadap kaum sufi.maka ketika bergerak menyebarkan islam WALI SONGO menurt banyak kalangan membuat cerita al-halaq fersi indonesia yaitu syeh siti jenar. Yang menurut doktor simon dari ugm berdasarkan temuannya karya-karya besar berupa naskah suluk dari sunan kali jaga dan lain sebagainya. Dapat di pastikan tokoh siti jenar adalah imajener hanya untuk media dakwah dan melindungi islam agar tetap pada ajaran ahlusunah wa jamaah. Dan sampai saat ini pendapat itu masih simpang siur dan menjadi perdebatan dan polemik panjang oleh para ahli sejarah di tanah air.

Kian santang adalah Tokoh tasawuf dari tanah pasundan yang ceritanya melogenda khususnya di hati masarakat pasundan dan kaum tasawuf ditanah air pada umumnya.
Tokoh kian-santang ini pertama kali berhembus dan dikisahkan oleh raden CAKRABUANA atau pangeran walangsungsang ketika menyebarkan islam di tanah cirbon dan pasundan.pangeran cakrabuana adalah anak dari prabu sili-wangi atau jaya dewata raja pajajaran, yang dilahirkan dari permisuri ketiga yang bernama nyi subang larang, subang-larang sendiri murid dari mubaliq kondang yaitu syeh maulana-hasanudin atau terkenal dengan syeh kuro krawang.
Mulanya yaitu ,Ketika raden walangsungsang memilih untuk pergi meninggalkan galuh pakuan atau pajajaran ,yang di sbeapkan oleh keberbedaan haluan dengan keyakinan ayahnya yang memeluk agama “shangyang”, pada waktu itu. diriwayatkan beliau berkelana mensyi’arkan islam bersama adiknya yaitu rara santang (ibu dari syarif hidayatullah atau “sunan gunung jati”)dengan membuka perkampungan di pesisir utara yang menjadi cikal-bakal kerajaan caruban atau kasunanan cirebon yang sekarang adalah “kota madya cirebon”
Logenda kian-santang sendiri diambil dari sebuah kisah nyata, dari tanah pasundan tempo dulu yang ceritanya pada waktu itu tersimpan rapi berbentuk buku di perpustakaan kerajaan pajajaran.
Karena pajajaran adalah hasil penyatuan dua kerajaan antara galuh dan kerajaan sunda pura
yang dimana kerajaan galuh dan sundapura adalah dua kerajaan pecahan dari taruma negara, yang di masa prabu PURNA-WARMAN yaitu raja ketiga dari kerajaan taruma negara yang di pecah menjadi dua yaitu tarumanegara yang berganti sundapura dan ibukota lama menjadi galuh pakuan. Dan jaya dewata menyatukan kembali dua pecahan kerajaan taruma negara menjadi pajajaran.
Di mana di kisahkan pada waktu itu yaitu abad ke 4m atau tahun 450m pernah terdapat putra mahkota yang sakti mandraguna bernama GAGAK LUMAYUNG yang dalam ceritanya “di tataran suda dan sekitarnya ,tak ada yang mampu mengalahkan ilmu kesaktiannya. hingga suatu saat datang pasukan dari dinasti TANG yang hendak menaklukkan kerajaan tarumanegara. namun berkat gagak lumayung ,pasukan TANG dapat di halau dan tunggang-langgang meninggalkan taruma negara.
semenjak itu raden gagak lumayung di beri sebutan ”KI AN SAN TANG” atau ”penakluk pasukan tang”
Di ceritakan sang kiansantang ini karena saking saktinya hingga dia rindu kepingin melihat darahnya sendiri
Hingga sampailah di suatu ketika sa’at dia mendapat wangsit di tapabratanya bahwah di tanah arab terdapat orang sakti mandraguna
Konon: dengan ajian napak sancangnya raden kian santang mampu mengarungi lautan dengan berkuda saja.
“Di mana dalam ceritanya ketika sampai di pesisir beliau bertemu seorang kakek ,dan padanya dia minta untuk di tunjukan di mana orang sakti yang kian santang maksud tersebut”.
Dan dengan senang hati si-kakek tersebut menyanggupinya dan sementara dia mengajak beliau “kiansantang” untuk mampir dulu ke rumahnya.
Al-kisah setelah sampai di rumahnya tongkat dari sang kakek tersebut tertinggal di pesisir dan minta kian santang untuk mengambilkanya ,konon dikisahkan si-kian santang tak mampu mencabutnya sampai tanganya berdarah-darah ,disitulah kian santang baru sadar kalau kakek itu adalah orang yang di carinya.
Dan akhirnya dengan membaca kalimah syahadat yang di ajarkan sang kakek tadi “yang akhirnya menjadi guru spiritualnya” tongkat tersebut dapat di cabut .dan siapakah kakek tersebut? ya dia adalah taklain dan tak bukan syaidina ali r.a menantu dari baginda nabi muhamad s.a.w.
Cerita tersebut membumi sekali sampai saat sekarang. Dan yang aneh, kebanyakan orang menduga kalau kian santang itu adalah raden walang sungsang. Padahal banyak sekali cerita yang sepadan dengan kisah raden walang sungsang tersebut. Yang sesungguhnya dialah yang mengisahkan justru dialah yang di kira pelaku (raden walang sungsang atau pangeran cakrabuana) sebagai tokoh yang diceritakan itu. Tujuannya adalah hanya sebagai media dakwah dan penyebaran islam di bumi cirbon dan sekitarnya.
Sehingga sampai sekarang banyak kalangan yang menyangka raden walangsungsang adalah kian santang bahkan ada yang menafikan kian santang adalah adik cakrabuana dan kakak dari rara santang.
Raden walangsungsang mengambil cerita ini dari perpustakaan kerajaan pajajaran dengan pertimbangan karena kisah itu mirip dengan kisahnya, Yang di mana kian santang setelah pulang dari arab dia ingin meng-islamkan ayahnya prabu purnawarman namun di tolaknya dan kian santang memilih meninggalkan istana
dan tahtanya di berikan adiknya yaitu darmayawarman
Begitu pula raden walang sungsang yang pernah merantau ke arab dan meningkahkan adiknya rara santang yang di ambil istri oleh putra kerajaan mesir waktu itu dan pernikahan berlangsum di mesir yang dari perkawinan inilah nanti akan lahirlah raden syarif hidayatullah atau sunan gunung jati.
Keinginan Walangsungsang untuk meng-islamkan prabu siliwangi ditolak mentah-mentah dan ayahnya tidak ingin bertarung dengan anaknya maka dia memilih mensucikan diri atau bertapa, konon beliau menjelma macan putih.
Pengambilan kisah penokohan dalam sebuah ceritra seperti ini sebenarnya pernah pula terjadi pada era sebelum raden walang sungsang yang tepatnya dilakukan oleh raja jaya-baya (raja islam pertama di tanah jawa) dari kerajaan panjalu atau kediri, di mana suaktu masih di pegang raja airlangga kerajaan tersebut bernama kerajaan KAHURIPAN dan karena kedua anaknya semua meminta tahta maka kahuripan di bagi dua yaitu panjalu dan jenggala. Sepanjang perkembangan dua kerajaan tersebut selalu bermusuhan dan pada masa kerajaan panjalu dirajai oleh jaya baya, panjalu mampu menaklukkan jenggala dan di satukan lagi antara jenggala dan panjalu.
Pada waktu panjalu menaklukkan jenggala rajanya jaya-baya meminta empu sedha dan empu panuluh untuk mengutip naskah dari india yang judulnya maha barata. namun di ferifikasi dengan gaya jawa. Sebagai perlambang atas kemenangan perang saudara panjalu atas jenggala. Yang akhirnya kitab tersebut di beri judul barata-yuda. Dan dalam kisah klasik jawa ini banyak kalangan masarakat yang mengira bahwa jaya baya adalah kelanjutan dari trah barata yaitu cicit dari parikesit putra abimanyu.
Juga kisah lainnya yang serupa pernah pula hadir kemasarakat yang tujuannya waktu itu sebagai media dakwah untuk melindungi rongrongan ajaran syariat terhadap kaum sufi.maka ketika bergerak menyebarkan islam WALI SONGO menurt banyak kalangan membuat cerita al-halaq fersi indonesia yaitu syeh siti jenar. Yang menurut doktor simon dari ugm berdasarkan temuannya karya-karya besar berupa naskah suluk dari sunan kali jaga dan lain sebagainya. Dapat di pastikan tokoh siti jenar adalah imajener hanya untuk media dakwah dan melindungi islam agar tetap pada ajaran ahlusunah wa jamaah.
Dan sampai saat ini pendapat itu masih simpang siur dan menjadi perdebatan dan polemik panjang oleh para ahli sejarah di tanah air.

Thursday, July 19, 2012

Sejarah Piala Dunia Fifa world Cup

|0 comments

Unik Dan Menarik - Sejarah Piala Dunia Fifa world Cup - Demam FIFA world cup sempat dirasakan oleh para penggemar bola diseluruh dunia, termasuk Indonesia. Berbagai acara diselenggarakan guna menarik masyarakat, mulai dari acara nonton bareng, pakai kaus team kebanggaan, sampai taruhan pun ikut dilakukan. Tetapi bagi ada yang fanatic bola, tahukah anda tentang sejarah FIFA WORLD CUP?, sebenarnya cukup menarik, mengingat Indonesia pernah ikut serta dalam acara bergengsi ini.

1928
Tahukah anda?
bahwa orang yang pertama kali mencetuskan FIFA adalah negara Prancis, dan dilakukan di negara belanda.

Fakta
FIFA pertama kali dicetuskan di Amsterdam, Belanda pada tahun 1928, oleh persatuan sepak bola France Jules Rimet , dan temannya Henri Delaunay.

1929

Tahukah anda?
Bahwa nama dari trofi piala dunia pertama diambil dari nama orang francis yang pertama mencetuskan ide FIFA.

Fakta
Trofi Piala Dunia diambil diberi nama Piala dunia Jules Rimet, dan pertama kali juga dibuat oleh perajin seni di prancis yang bernama Abel La Fleur. Piala dunia tersebut berbentuk Oktagonal berlambangkan bumi yang dipegang oleh dewa kemenangan yang bernama Nike (Dewa Yunani Kuno). Piala tersebut dibuat dengan tinggi 35 cm, dan berat 3,5 Kg, dengan bahan dari emas murni.

1930

Tahukah anda?
Bahwa piala dunia pertama diselenggarakan di Uruguay, dan sekaligus menjadi juara pertama di Dunia.

Fakta
Uruguay menjadi negara pertama di dunia yang menjadi tuan rumah dalam acara FIFA World Cup pada tahun 1930, yang diselenggarakan dari 13-30 Juli, dan sekaligus menjadi juara pertama setelah mengalahkan Argentina dengan score 4-2.

1938

Tahukah anda?
Bahwa Indonesia masuk dalam sejarah piala dunia, dan menjadi negara asia pertama yang pernah lolos kualifikasi.


Fakta
Pada tahun 1938, Indonesia masuk di ajang Piala Dunia, dan menjadi satu-satunya negara pertama di ASIA setelah mengalahkan Jepang. Pada saat tersebut Jepang tidak menghadiri pertandingan (Absen) sehingga Indonesia lolos, Setelah lolos Indonesia dibantai 0-6 oleh Hungaria. Pada saat itu Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Belanda, dan masih memakai nama Hindia Belanda.

1942 - 1946

Tahukah anda?
Bahwa pada perang dunia ke-2 piala dunia tidak diselenggarakan, karena negara-negara terlalu sibuk untuk berperang.

Fakta
Piala dunia sempat terhenti selama 12 tahun akibat dari perang dunia ke-2 yang sempat melanda dunia, dan dimulai kembali pada tahun 1950 di brasil.

1958

Tahukah anda?
Bahwa pada tahun ini, muncul Bintang bola baru yang menggegerkan dunia, dan sekaligus menjadi pemain termuda pertama yang menginjakkan kakinya di piala dunia.


Fakta
Pada tahun 1958, Pele muncul pemain muda berbakat yang menghentakkan dunia. Walau sempat absen pada pertandingan pertama, Pele tetap menjadi Top score, dan dengan permainan indahnya, ia membawa Brasil menjadi juara dengan score 5-2 mengalahkan Swedia.

1962

Tahukah anda?
Bahwa brasil, merupakan negara kedua setelah Italia yang menang 2 kali berturut-turut dalam ajang Piala Dunia.

Fakta
Pada tahun 1962, tim Samba kembali memantapkan langkah, dan konsistensinya dalam piala Dunia. Dengan dukungan Pele sebagai ujung tombak, Brasil kembali menjuarai Piala dunia tuk yang kedua kalinya.

1966

Tahukah anda?
Bahwa Trofi Piala dunia sempat dicuri pada tahun 1966, pada saat dipamerkan di stampex exhibition, westminster center hall. Di tahun yang sama Inggris menjadi juara dalam FIFA world cup.

Fakta
Sebelum FIFA World Cup, Piala dunia sempat di curi. Hal ini sempat membuat panitia pusing tujuh keliling, karena tak sanggup membuat tiruannya yang memang sangat sulit ditiru. Untungnya 7 hari kemudian trofi tersebut ditemukan oleh seekor anjing bernama pickles. Di tahun yang sama menjadi akhir dari penantian The Three Lions. 16 tahun sejak ikut dalam piala dunia, Three lions menjadi juara dunia dalam Ajang bergengsi FIFA World Cup 1966. Mereka menjadi juara tunggal setelah menumbangkan Jerman Barat dengan skore 5-2.

1970

Tahukah anda?
Bahwa pada tahun ini telah ditemukan Tv berwarna, yang menjadikan tontonan FIFA World Cup yang pertama kali dalam sejarah di tonton dalam Tv berwarna. Di tahun yang sama Brasil menjadi negara pertama yang menjuarai FIFA World Cup sebanyak 3 kali dan tahun ini adalah tahun terkahir Pele turut serta memeriahkan Piala Dunia.

Fakta
Piala dunia di Meksiko menjadi pionir dalam sejarah persepakbolaan dunia, karena pada saat itu pula ditemukan Tv berwarna, aturan baru, title. Di piala dunia ini juga pertama kalinya pemberian penghargaan atas sikap fairplay pada negara Peru, dan sepatu emas yang diberikan kepada pemain-pemain terbaik (Gerd muller "Jerman", Jairzinho"Brasil", Teofilo Cubillas"Peru").

1974

Tahukah anda?
Bahwa pada tahun ini, Koin Indonesia digunakan sebagai pengundi pemegang bola pertama pada pertandingan Final Belanda, Vs Jerman Barat.

Fakta
Uniknya pada tahun 1974, koin Indonesia menjadi koin penentu pemegang bola pertama. Wasit pertandingan "Jack Taylor", memilih koin dari Indonesia karena dianggap pas. Lucunya saat ditanya mengapa memilih koin tersebut, ia pun hanya tersenyum.

Sejarah Piala Dunia Fifa world Cup
Sumber  : http://muka-aneh.blogspot.com/2010/07/sejarah-fifa-world-cup-buat-bola-mania.html

Tuesday, June 26, 2012

Pencipta Kartun Doraemon

|0 comments
Dulu, Fujiko malu-malu menyimpan hasil gambar buatannya. Ia tak pernah berani menunjukkan kepada teman-temannya.
Tetapi, kini, meskipun telah meninggal, karyanya dikenal hampir di seluruh dunia, film kartun sekaligus Komik Doraemon.
Siapa yang tak kenal Doraemon? Kucing robot berkantong ajaib yang setia membantu seorang anak polos dan pemalas bernama Nobita?
Fujiko F fuji
Ini dia pencipta Doraemon! Foto: Printscreen
Serial kartun ini tayang di Indonesia mulai tahun 90-an sampai sekarang dan menjadi tontonan favorit anak-anak. 
Doraemon belum tentu ada tanpa goresan tinta dari orang Jepang bernama Fujiko F. Fujio.  Yup, ia adalah pencipta tokoh kucing berkantung ajaib itu.
Sebenarnya, yang menciptakan Doraemon ada dua Fujiko dan temannya, Motoo Ajimoko.
Mereka sudah membuat gambar-gambar cerita kartun sejak duduk di bangku SD.
Namun, setelah dewasa, mereka memutuskan untuk berpisah. Fujiko lebih fokus untuk membuat film kartun anak-anak sedangkan Motoo membuat kartun untuk dewasa.
Dulu, Fujiko selalu malu memperlihatkan gambar buatannya. Ia menyembunyikan semua. Tapi akhirnya ketika masuk SMP, ia mulai memberanikan diri.
Usaha Fujiko mulai berhasil. Kemunculan Doraemon secara bertahap mulai dikenal banyak orang.
Awalnya, Doraemon terbit dalam bentuk majalah selama 6 kali setiap bulan di tahun 1969. Itu berarti dalam sebulan, Fujiko harus membuat cerita yang berbeda-beda.
Majalah Doraemon laris dan disukai anak-anak. Munculah ide untuk membuat Doraemon dalam bentuk animasi kartun di tahun 1970.
Tak disangka, cerita-cerita tentang persahabatan kucing robot dan seorang anak bernama Nobita ini semakin terkenal. Di tahun ke-17, Doraemon pun masuk ke Indonesia, yaitu pada tahun 1990.
Tak jauh berbeda dengan di Jepang, film kartun ini juga banyak ditonton di Indonesia. Berbagai boneka, suvenirs, gantungan kunci dan benda-benda lainnya yang berbentuk doraemon selalu dinanti-nanti.
Fujiko tidak pernah menyangka jika karya-karyanya yang dulu hanya disimpan malah mendunia dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.
Doraemon bukan satu-satunya komik yang dibuat Fujiko. Beberapa komik terkenal nbuatan Fujiko seperti, P-Man, Ninja Hatori, Hantu Q-Taro juga menjadi komik yang laris dibaca. Hebat, yah, Fujiko!
Sayangnya, Fujiko telah meninggal karena sakit kanker di tahun 1986 dan keinginannya untuk mendirikan Museum Doraemon telah tercapai!
Museum Doraemon  atau Museum Fujiko telah resmi dibuka 3 September 2011 di Kawasaki, Jepang. Ribuan manga buatannya bisa kita lihat di sana. (Annisa/Kidnesia/berbagaisumber)